HARI PERTAMA, PELATIHAN GURU INKLUSI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)

Yayasan Xaverius Tanjungkarang menggelar kegiatan Pelatihan Guru Inklusi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), 24-25 Mei 2024. Acara berlangsung di Aula Xaverius Panjang, Jalan Yos Sudarso, Panjang Selatan, Bandarlampung.

Untuk diketahui peserta dalam kegiatan ini berjumlah 43 SDM Kependidikan yang terdiri atas: TK Xaverius 2 Bandarlampung 5 orang, SD Xaverus 2 Bandarlampung 16 orang, SMP Xaverius 3 Bandarlampung 9 orang, TK Xaverius 3 Bandarlampung 3 orang, SD Xaverius 3 Bandarlampung 5 orang dan SMP Xaverius 4 Bandarlampung 5 orang.

Dalam pertemuan pertama ini acara berjalan dengan baik, dengan dibuka dengan doa oleh bapak Eknasius Nung Anung Wibowo, selaku guru agama unit SMP Xaverius 3 Bandar Lampung. setelah itu dilanjutkan sambutan oleh Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, RD. Andreas Sutrisno.

Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, RD. Andreas Sutrisno mengatakan pendidikan pendidikan inklusif itu tidak sekedar mempersiapkan guru atau fasilitas, tetapi harus juga mempersiapkan orang tuanya, masyarakat sekitar.

Romo Sutris mengajak seluruh SDM Xaverius untuk tidak melakukan hal-hal yang biasa-biasa saja jika mengharapkan sesuatu yang luar biasa.

“Tetapi tentu saja ini membutuhkan kerendahan hati, kesabaran, ketelatenan, dan kita harus mengubah cara pikir kita, cara pandang kita, maka di sinilah kita punya paradigma baru. Kita harus pelan-pelan meninggalkan pola-pola yang lama, kita akan masuk ke pola yang baru. Dan untuk masuk ke pola yang baru ini pasti ada rasa sakit, ada rasa jengkel, rasa marah, rasa putus asa. Yang penting kita mau terbuka kepada Yayasan, kepada siapa saja seperti dua orang Emaus yang mau terbuka kepada Yesus. Sehingga dari situ, pasti kesulitan itu akan kita carikan solusinya,” tutup Romo Sutris.

Koordinator F. Joko Winarno sebagai Kepala Divisi Human Capital Yayasan Xaverius Tanjungkarang menjelaskan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang berbagai jenis kebutuhan khusus. “Seperti gangguan spektrum autisme, kesulitan belajar, gangguan perkembangan intelektual, gangguan komunikasi, gangguan sensorik (seperti gangguan pendengaran atau penglihatan), dan gangguan fisik. Selain itu, pelatihan ini juga dirancang untuk mengasah keterampilan praktis dalam teknik mengajar, penggunaan alat bantu, adaptasi kurikulum, dan manajemen kelas yang inklusif, ” papar F. Joko.

Menurut F. Joko menjawab kebutuhan tersebut dengan tujuan utama meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui peningkatan kompetensi guru.

“Diharapkan melalui pelatihan ini, guru-guru akan lebih siap dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan efektif bagi semua siswa, terutama mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” kata dia.

Kegiatan ini mendatangkan sejumalah pemateri antara lain
Dra. Suslina Sari, M.M selaku Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus Provinsi Lampung yang menyampaikan materi Sekolah dan Pendidikan Inklusi. Lalu Suter Roslinde Veriana Neang, S.Pd., menyampaikan tentang Pendidikan Inklusi. Kemudian Agung Pranggono, S.Psi menyampaikan materi Tata Laksana Asesmen dan Observasi ABK (DSM 5) dan Pemahaman dan layanan pendidikan bagi anak AUTIS yang disampaikan Lydia Sebastiana Tyastiti,S.Pd.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SMP XAVERIUS 3 BANDAR LAMPUNG

Jl. Yos Sudarso Km. 10 Panjang
Telp.0721 7401804

© 2023 Created with Yayasan Xaverius Tanjung Karang