
Dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), SMP Xaverius 3 Bandar Lampung menjadi tuan rumah untuk kegiatan tersebut (22/9). Acara yang digawangi oleh forum MKKS SMP Xaverius Se-Lampung ini mengusung tema “Rukun sama Teman” puncak acara dengan menggelar outing berupa kunjungan edukasi ke lima rumah ibadat di wilayah Panjang dan sekitarnya. Acara ini dihadiri oleh Ketua FKUB Propinsi Lampung dan Ketua Yayasan Xaverius Tanjung Karang.
Kegiatan yang diikuti hampir 500 peserta didik dari sepuluh SMP Xaverius Se-Lampung ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman rukun sama teman sekaligus menumbuhkan sikap toleransi dan persaudaraan sejati sejak dini walaupun berbeda agama.
Acara diawali dengan perarakan kitab suci 5 agama yang ada di Indonesia yaitu agama Kristen, Katolik, Islam, Budha dan Hindu. Kemudian acara dilanjutkan dengan ibadat singkat dan doa lintas agama. Acara BKSN juga menampilkan atraksi yang mewakili 5 agama di Indonesia yaitu perwakilan agama Hindu ditampilkan oleh SMP Xaverius Wayhalim. Perwakilan agama Budha dari SMP Xaverius Pahoman. Penampilan agama Kristen dari SMP Xaverius Panjang. Agama Islam diwakili oleh SMP Xaverius Gunung Batin dan Terbanggi. SMP Xaverius Metro mewakili agama Katolik.
Dalam sambutannya Ketua Yayasan Xaverius Tanjung Karang, RD Andreas Sutrisno, menekankan bahwa momen BKSN bukan hanya pendalaman iman secara personal tetapi juga panggilan diri untuk menjadi perdamaian di tengah masyarakat. Melalui outing ke lima rumah ibadat ini semoga peserta didik belajar langsung arti toleransi dari sumbernya. Sambutan ditutup oleh Kepala FKUB Propinsi Lampung. Ibu …., menyampaikan bahwa keberagaman adalah kekayaan yang patut disyukuri. Kitab suci tidak hanya didalami dengan membacanya tapi mewujudkan dalam tindakan nyata yaitu mencintai sesama dengan rukun sama teman tanpa menbeda- bedakan.
Lima rumah ibadat yang dikunjungi dalam kegiatan outing adalah Gereja Katolik Santo Petrus Panjang, Gereja Kristen HKBP Silo Panjang, Pura Kerthi Bhuana Panjang, Mesjid Nurul Fuad Panjang, dan Vihara Budha Bhaisajyaguru Panjang. Di sana peserta BKSN diberikan pemahaman tentang tradisi ibadah dan makna toleransi antarumat beragama.
Selama kunjungan peserta didik aktif berdialog dengan para pemuka agama, mencatat poin poin penting, serta melakukan refleksi bersama di akhir kegiatan. Refleksi mereka tulis di kertas yang akhirnya ditempelkan pada pohon kerukunan. Di setiap rumah ibadat, pihak panitia memberikan kenang kenangan berupa bibit pohon trembesi.
Di akhir acara panitia memberikan cindera mata berupa plakat BKSN 2026 sebagai kenang -kenangan untuk 10 SMP yang bernaung di bawah Yayasan Xaverius Tanjung Karang.
SEMANGAT TERUS XAVEPAN !!!
ASIK ASIK ASIK !!!
Editor : Martina Sukesti, S.Pd















